Merekam Kota Tua Jakarta

Bagi kawan-kawan yang tinggal di Jakarta atau yang berlibur ke Jakarta, pasti pernah dong berkunjung ke Kota Tua? Kalau pun belum, pastinya tahu kan tentang keberadaan destinasi yang satu ini. Selain Monas (Monumen Nasional), Kota Tua / Museum Fatahillah merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di Jakarta. Mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua beramai-ramai berwisata ke sana. Terlebih di akhir pekan, suasananya tak pernah sepi. Dimana lagi bisa berlibur sekalian belajar sejarah Jakarta di masa lampau?

Pada postingan ini saya bukan ingin membahas mengenai Kota Tua. Juga bukan menceritakan cerita perjalanan saya ke sana. Lebih dari itu, saya ingin berbagi pengalaman ketika menggarap sebuah proyek yang berlokasi di Kota Tua. Proyek apa? Baik, izinkan saya bercerita dari awal..

Awal bermula

Beberapa waktu lalu bersama dua orang kawan, Luri dan Harvin -teman perjalanan ketika mendaki ke Gunung Gede, kami mengobrol di sebuah warung kopi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Selain nostalgia pendakian kami ke Gunung Gede, kami membicarakan sebuah proyek iseng yang ide awalnya dicetuskan oleh Luri. Berangkat dari passion kami yang sama-sama senang melakukan perjalanan, proyek ini mengangkat tema traveling yang dititik beratkan ke sebuah destinasi. Akan tetapi, kami mengambil sudut pandang dari warga lokal yang berada di destinasti tersebut. Inti konten videonya akan memuat pandangan warga lokal–
masyarakat yang memang setiap harinya selalu ada di sekitar destinasi tersebut, mengenai destinasinya itu sendiri maupun wisatawan yang berkunjung. Oleh karena itu, kami menggunakan nama Kata Warlok (warga lokal) sebagai Youtube Channel kami. Subscribe, ya!

kota tua jakarta

Pada episode pertama, kami memilih Kota Tua Jakarta karena destinasi ini cukup digemari oleh warga Jakarta. Selain itu, kami sengaja mencari destinasi yang masih berada di dalam kota terlebih dahulu sebagai percobaan. Kami bertiga belum berpengalaman dalam membuat konten video seperti ini. Hanya memberanikan diri dan eksekusi!

Shooting day!

11 November 2018 menjadi tanggal eksekusi perdana kami membuat video Kata Warlok. Meski Harvin absen karena sakit, saya dan Luri tetap berangkat. Bermodalkan konsep ala kadarnya dan pengetahuan yang minim soal videografi, kami awali dengan mengambil footage di beberapa sudut Kota Tua sembari mencari warga lokal yang nantinya akan kami wawancarai.

Luri, yang bertindak sebagai host di video ini, mesti take berulang kali ketika kami membuat segmen opening. Narasi yang baru kami buat secara mendadak di KRL saat perjalanan ke Kota Tua menjadi penyebabnya. Kurang persiapan! Setelah beres mengambil footage dan merekam segmen opening, kemudian kami istirahat terlebih dahulu sembari menunggu Bambang, teman Luri, yang membantu dalam proses pembuatan video pertama kami.

Kesulitan lain yang kami temui adalah ketika mencari warga lokal yang akan kami wawancarai. Tidak sedikit dari mereka yang menolak saat kami mintai menjadi narasumber. Ada yang mau diwawancarai tetapi tidak ingin direkam (ngobrol biasa). Dan ada pula yang benar-benar tidak ingin diwawancarai. Mungkin mereka privasinya tidak ingin diangkat ke publik. Atau dikiranya kami dari stasiun televisi yang nantinya bakal tayang di TV kali, ya. Padahal mah cuma untuk video youtube dan itu pun belum tentu ada yang nonton. Heuheuheu.

Meski sempat ditolak beberapa kali, kami tidak menyerah. Pada prosesnya kami berhasil mewawancarai 3 orang warga lokal. Yang pertama adalah Pak Budi yang berprofesi sebagai live action figure, itu loh orang yang memakai kostum menyerupai suatu figur. Saat itu ia sedang menyamar menjadi Jenderal Soedirman. Kemudian Adit, seorang dari komunitas tato yang menyediakan jasa painting tattoo. Dan yang terakhir adalah Bu Sutini, seorang penjual jamu.

kota tua jakarta

Kata mereka tentang Kota Tua

Mereka merupakan salah tiga dari sekian banyak warga lokal yang mengais rezeki di Kawasan Kota Tua. Bertahun-tahun lamanya berada di sana, banyak pengalaman dan kesan-kesan yang telah mereka alami. Dan sebagian kecilnya mereka ceritakan pada kami. Mau tahu apa pandangan mereka mengenai Kota Tua? Kuy langsung saja mampir ke video kami yang sudah release di youtube. Tonton sampai habis, ya. Jangan lupa share dan subscribe! Hehehe..

Share: